Cerita Pengalaman Bodoh Gue Saat Liburan Di Pulau Lihaga

Pada suatu masa ketika aku selesai berinteraksi dengan baju kotor, sapu dan kain pel. Tiba-tiba hape berdering. Wah, ada panggilan dari sohib ngajakin liburan ke pulau Lihaga ―sebuah pulau berpasir putih di wilayah propinsi Sulawesi Utara―. Tadinya sih malaz mo ikutan, tapi daripada aku melakukan hal bodoh yang tak jelas di rumah, ya udah ikutan ke Lihaga aja dech! 

Tiba di titik pertemuan, hatiku mulai resah! Sebelum bertolak ke pulau lihaga, tampak populasi penikmat miras kelas atas berbaur dengan pasangan-pasangan sejoli. Dari hasil analisaku sepertinya di pulau Lihaga nanti aku akan bertransformasi menjadi asap untuk mengusir nyamuk, ato malaikat bodoh yang terjebak dalam populasi pria yang terbius dengan kesaktian cairan terkutuk dalam sebuah botol. Lihaga oh lihaga ckckckck!


Lihaga Sulawesi Utara

Tiba di pulau Lihaga kegelapan malam mulai menyelimuti pantai, cuaca di lihaga sedikit cerah karna masih terlihat bintang dilangit. Makan malam blum datang menghampiri, cairan terkutuk sudah keluar menyerahkan diri dari tempat persembunyian, katanya sih sebagai minuman pembuka. Tak lama setelah menemani para pemabuk seteguk dua teguk, akhirnya segmen diner ala pulau lihaga tiba! (lihaga barbeque with sayur kankkong aseeeekkkk…..) Setelah segmen itu berakhir, satu demi satu individu-individu berpasangan mulai memisahkan diri dari populasi penikmat kemabukan. Lah… trus aku gimana donk??!@#$%^&* Hhmmm tak ada pilihan lain bagiku selain ikut bernyanyi bersama, menemani sisa populasi yang sebentar lagi akan merasakan surga dari cairan terkutuk.

Lihaga oh lihaga, ckckck!

Aura kegilaan dari efek kesaktian miras mulai terasa meramaikan pulau Lihaga, memaksaku meninggalkan populasi itu dan berharap menemukan objek lain ―objek seperti makhluk goibnya Lihaga maybe?― untuk berinteraksi sosial. Disebelah timur dua sejoli yang telah lama saling mencintai dan bejanji setia sehidup semati, duduk manis berdekatan beralaskan pasir putih. Disebelah utara pria yang konon kabarnya sering diperebutkan tante-tante membelai rambut gadis dibawah umur, seperti layaknya seorang pedofilia. Dan dibelakang tempatku berpijak berdiri sebuah tenda nan megah, berisikan dunia lain yang bercerita tentang Onta Arab sedang menikmati perjalanan menyusuri bukit-bukit padang pasir yang berliku. Sedangkan aku duduk sendiri ditengah kegelapan pulau Lihaga sambil menengadah keatas, lalu secara simultan membayangkan ada cahaya menembus awan dan malaikat kecil memetik harpa sambil berkata “Kiamat sudah dekat! BERTOBATLAH!!!!”

Huufftt, mending buat api aja deh! menghangatkan diri ditengah dinginnya Lihaga, trus pengen berbaring di pasir pantai sambil menikmati keindahan sejuta bintang dilangit. Bintang di langit tampak begitu indah! Sesekali bintang jatuh melintasi gelapnya langit malam di pulau lihaga ini. Kata orang sih, bintang jatoh bisa buat sebuah permohonan terkabulkan! Gak percaya sih, tapi gak ada salahnya kan make a wish! Aku memohon agar seseorang yang aku cintai bahagia disana (weits… hengki situe, ihiyy). Habis make a wish tentang yang bagus-bagus, eh malah ada asteroid jatuh terbakar melaju didepan mata, wew!! Jatuhnya di pulau sebelah, kenapa sih jatuhnya gak di pulau lihaga ini, supaya populasi penikmat miras ini bisa punah tertimpa asteroid wkwkwkwk…

Setengah jam berlalu…

Lihaga oh lihaga, ckckck!

Aku mulai menghitung jumlah bintang yang terlihat dari pulau Lihaga, wah ternyata terlalu banyak jumlahnya. (ya iyalah, dasar bodoh!!)

Aku mulai mencari bintang yang paling indah, tapi ternyata tak ada bintang yang lebih indah daripada bintang yang ada dalam hatiku. (ahsaddaaap! lagi melankolis nih, loe-loe yang bejat palingan gak ngerti, jadi gak usah baca terus hehe…)

Kalian tau gak sih!? Menurut penelitian, cahaya bintang yang kita lihat hari ini berasal dari cahaya yang dipancarkan berjuta-juta tahun yang lalu. Klo menurut aku sih kadang manusia juga seperti layaknya bintang dilangit, bintang yang cahayanya dipancarkan berjuta-juta tahun yang lalu. Mungkin saat ini bintang itu sudah menghilang dan tak ada lagi, namun keindahan cahayanya masih bisa kita nikmati saat ini. Dan cahaya bintang sama halnya dengan Cinta dalam diri manusia. Terkadang ketika orang itu telah pergi dan menghilang dari kehidupan kita, kita baru akan menyadari bahwa orang itu sangat mencintai kita, ia sangat berarti dan tak seharusnya kita membiarkannya pergi dari kehidupan kita.

Sekian catatan di pulau Lihaga ini. Kamu pernah liburan ke pulau Lihaga juga gak? Klo ada ceritain di kolom komentar aja bagaimana liburan kamu di Pulau Lihaga ini.

Comments

comments

10 thoughts on Cerita Pengalaman Bodoh Gue Saat Liburan Di Pulau Lihaga

  1. Masih penasaran dengan keindahan pulau tak berpenghuni ini,,, semoga satu saat nanti bisa kesana dan menikmatinya…

    Btw salam kenal jo dari sesama blogger Manado

  2. Luar bisa memang anugerah Tuhan for torang pe tanah air… cuma belum ter-ekspos secara luas karena mungkin pengelolaannya belum maksimal.
    Kereeen… kapan eh bisa ke Lihaga…
    salam kenal bung! sukses selalu.

  3. Oh ya, sebelum turun jangan lupa untuk mengitari pulau kecil ini dengan perahu, maka anda akan melihat sisi lain keindahan Pulau Lihaga. Pinggiran pantai didominasi oleh hamparan batu karang dan pasir putih dengan pemandangan yang elok, sungguh sebuah pemandangan yang mempesona yang sangat jarang anda temui di tempat-tempat wisata lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti Spam!! Isi jawaban di bawah * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.


DMCA.com