Begini Rasanya Dapet Potongan Kue Ulang Tahun Dari Pacar Orang

    Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ulang tahun kemaren gue biarin berlalu begitu saja. No party and yang pastinya hari itu adalah waktunya kerja sampai menjelang malam (mencoba menjadi tenisi yang berdedikasi, wedew…). Emang harus yah, bikin acara ato apa gitu? Toh gue juga bukan orang penting yang selalu diingat oleh banyak orang. Yang penting adalah berdoa and make a wish supaya bisa jadi orang yang lebih baik. Oh iya, ada tiga orang yang ngasih ucapan selain mami dan papi gue. Two sisters dan seorang sohib yang ikut-ikutan ketika online pacebok. Gue yakin tadinya nggak ada yang tau kapan gue ulang tahun selain keluarga gue, mmm…

kue ulang tahun pelangi

Rainbow cake

menurut hasil analisa dari penyelidikan gue, dua makhluk cantik ini pasti mendapatkan informasi dari halaman profil website yang gue buat satu-dua bulan yang lalu. Mereka gentayangan tengah malam buat ngasih ucapan, dan gue rasa itu tandanya emang ada niat tulus. Thanks yah atas ucapannya! ^_^

   Betewe ngomongin soal acara ulang tahun, gue punya pengalaman yang sangat menarik ketika menghadiri acara ulang tahun. Waktu itu gue dateng ke acara ulang tahun seseorang yang udah anggap gue seperti kakaknya sendiri. Acara itu gue ikutin dari awal sampai selesai. Seperti acara ulang tahun pada umumnya, acara dimulai dengan ibadah, proses peniupan lilin, pemotongan kue, makan-makan dan ditutup dengan bersalaman cipika-cipiki untuk segera melarikan diri dari TKP.

    Sebuah tragedi terjadi pada segmen pemotongan kue. Potongan pertama diberikan kepada ayahnya lalu potongan kedua tentunya diberikan kepada ibunya. Dan yang terakhir, eng ing eng… nama gue disebut coy! Potonga ketiga dikasih ke gue! (wedew… kalian nggak mo bilang “WOW” gitu??). Seketika waktu seakan terasa berjalan pelan (*slow motion). Gue berdiri dari kursi plastik dan berjalan melewati seorang tante-tante yang berbisik ke teman disampingnya “Dia sapa yah? Nggak pernah liat! Apa mungkin pacar barunya?” (*GUBRAK@#$%&..!!) Di sebelah kiri ada populasi anak kuliahan yang semuanya menatap gue dengan ekspresi melongo dan bahkan ada yang sinis. Gue pun menghampirinya dengan tatapan yang seolah-olah berkata “Loh koq gue? Yakin lo..?” dan akhirnya gue menerima potongan kue yang diramaikan dengan kilatan lampu, jepret..Jeprettt!! Seorang memegang kamera pocket layaknya paparazi mengambil foto untuk dimuat pada cover majalah gosip dengan hiasan tulisan besar “Brother Or Boyfrend?” wkwkwkwk!

  Ketika kembali ke tempat gue duduk, otak gue langsung berpikir keras untuk mencoba menganalisa sesuatu yg baru terjadi. Dapat potongan kue ulang tahun, koq bisa yah? Emang gue sapa sih? Gue kan bukan siap-siapa, malahan nggak penting lah? Mmm… mungkin karna gue udah jadi orang yang bernilai kali ye? Wedew… makasi deh, klo kali ini gue udah dianggap jadi orang penting! Looks like great!! Ini sangat berarti buat gue hehe… 😀 Namun setelah itu sepertinya ada malaikat kecil yang berbisik ke gue “There something wrong!!

   Ya, tampaknya malaikat kecil benar. Ada sesuatu yang salah disini. Seketika otak gue langsung berimajinasi tingkat tinggi. Tiba-tiba saja suasana pesta menjadi gelap dan sunyi. Gue menoleh kekiri dan melihat seorang pemuda duduk tertegun dibawah cahaya lentera putih. Wajah dibagian kedua matanya gelap tertutup bayangan rambut. Di atas kursi plastik tangannya bergetar mengoyak tisu dengan background lagu pop manado (“Pigiii… jo deng dia!2x Pigi joo… sayang!” *Tante disebelah baterek*) Meski wajahnya tak terlihat jelas tapi gue cukup mengenal siapa dia. Dia adalah pacar gadis yang sedang berulang tahun. Dia terluka ditengah-tengah kebahagian orang yang dicintainya. Lalu apa gue harus senang menjadi bagian dari kebahagian itu??

   Hal yang gue pelajari disini adalah bahwa semua orang ingin bahagia. But just look around! Pedulilah dengan orang-orang sekelilingmu. Nggak boleh egois tapi mikirin orang lain juga. Apapun alasannya, jangan biarkan ada yang terluka ditengah-tengah kebahagiamu. Katanya udah gede’ tapi klo kayak gini “I think you’re still my little sister”. Gue egois! Lo egois! Dia egois! Mereka egois! Semua orang egois! Tapi malaikat kecil bilang “Semakin banyak kita mengurangi keegoisan, maka semakin kita menjadi DEWASA dan BERNILAI” 😀

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti Spam!! Isi jawaban di bawah * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.


DMCA.com